Diarsipkan di bawah: Indahnya kehidupan
22 November 2009
Reza Asriandi Ekaputra
Teknik Sipil ITB 2008
15008064
08996807736
Integrasi Jasad, Fikir, dan Hati
Tahukah kawan bahwa hidup ini terdiri dari berjuta elemen yang tergabung dalam satu jasad yang diciptkan sangat sempurna oleh Allah sang mahapencipta. Kebaikan yang selalu berdampingan dengan keburukan. Senang dan sedih pun terus memadu membangun dinamika hidup manusia. Dan sungguh masih sangat banyak elemen lagi yang tidak akan terurai dalam secarik kertas. Salah satu elemen lain yang mungkin–dan saya yakin– tak pernah dan tidak akan pernah terhindarkan adalah integrasi antara Jasad, Fikir, dan hati.
Jasad adalah elemen nyata yang nampak yang befungsi sebagai penyokong pergerakan dari seorang manusia. Tanpa jasad yang kokoh manusia bagaikan masa yang mengambang dilautan. Manusia tidak akan pernah bisa membuat apa-apa dan tanpa jasad yang kuat pula, manusia mungkin hancur ditelan perkembangan zaman. Jasad akan terisi penuh dengan olah raga dan makan yang sehat. Itulah jasad sangkekuatan.
Fikir adalah elemen rasio yang mampu berfikir benar salah dengan memperhitungkan probabilitas. Objektifitas dijunjung tinggi dalam system pergerakannya. Kebaikan dan keburukan dinyatakan dengan warna hitam dan putih. Logika bagaikan puisi indah dalam penerawangan kehidupannya. Fikir akan terisi penuh dengan terus belajar, membaca, dan menulisItulah fikir sang rasional.
Terakhir adalah hati. Hati ini lembut bak sutra yang tergantung indah di atas dinding-dinding kerajaan. Mampu menghasilkan suara-suara merdu yang mengalun hati ini ke dunia surgawi. Menyentuh jiwa-jiwa yang rindu akan sentuhan halus . Melantun indah bagaikan lantunan muratal syaikh-syaik timur tengah. Hati ini selalu merasa apa yang dirasa, dan berkata melalui tingkat kenyamanan yang ada. Merasa dan menkmati yang ada adalah fitrah nyata yang dimilikinya. Inilah Hati sang intuitif.
Sahabat-sahabat…
Tanpa integrasi ketiga hal tersebut maka manusia kan tidak ada apa-apanya. Tanpa jasad, manusia tak bisa bertindak. Mungkin Fikir kan menjalankan system logika dengan seksama. Begitu pula dengan hati yang selalu menjalankan system intuisi pada kehidupan manusia. Tetapi tetap tanpa sebuah aksi semua kan jadi sia-sia.
Tanpa hati, kita kan selalu berpikir untuk mencari kemenangan. Fisik kita pun akan mendukung kita untuk mengimplemantasikan segala yang kita pikir. Tapi di titik ini, akan terbentuk manusia tanpa rasa iba yang tidak merasa apa yang terjadi di lingkungannya. Sungguh ini bukan tipe manusia yang kita harapkan.
Kita butuh kepaduan antara semua kompeonennya. Karena insya allah kita harapa diri kita adalah manusia yang paling mendekati kondisi ideal.
Diarsipkan di bawah: Indahnya kehidupan
ANTARA TITIK NADIR dan PUNCAK KEJAYAAN
Malam ini aku mencoba berdiskusi dengan angin malam yang dengan lambat berhembus bersama laju motor ku ditengah perjalanan menuju tempat mabit idaman yang Alhamdulillah sudah aku ikuti secara rutin dua tahun terkhir. Topik pembicaraan kami adalah mengenai dinamika kehidupan yang tersebar di muka bumi ini. Dari Puncak Gunung Fuji di timur sampai lembah Luxemburg di barat, semua berada dalam dinamika tinggi rendah titik nadir dan puncak kejayaan.
Teori tersebut adalah teori yang membawa rumus dasar kehidupan manusia dan hampir semua orang memahami itu tetapi yang paling penting adalah kita mengetahui dimanakah posisi kita sekarang. Kawan-kawan seperjuangan, Hidup yang bagaikan bola berputar ini adalah sesungguhnya bentuk nyata hidup kita. Tak semua orang tetap dan selalu di kondisi nadir, dan tidak semua orang berada selalu di puncak. Semuanya kan naik dan turun bak gelombang sinusoidal yang mengalir di udara yang tenang. Tentu saja harapan besar kita adalah kita kan mampu konsisten berada pada titik yang tinggi dan jika kita menginginkan itu semua, sungguh hanya satu cara, hanya satu jalan untuk mewujudkan semua pengharapan yang ada. Kita harus bekerja keras dalam menapaki langkah-langkah kita mencari kebenaran yang tertat indah di pinggiran jalan kehidupan dan mengesampingkan duri-duri yang ada di tengah ajalan. Tak lupa juga kita untuk berdoa dan berharap bahwa allah kan selalu bersama kita.
Diarsipkan di bawah: Hanya Untuk Orang yang Berfikir
Maha Besar Allah Yang telah menurunkan tanda-tanda kebaikan di dunia ini/….
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
GOOD ENGINEER is the one who have a goal, the one who have desire… and i hope the one is me… INsya Allah…
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Akhir ini adalah permulannya

Huff… satu kata yang bisa aku ucapkan, Alhamdulillah, sebagai karunia allah yang besar bahwa hari ini aku telah menyelesaikan ujian tengah semester pertama dalam jurusan teknik sipil. Its hard to say, tapi sebetulnya rasanya ini sangat beda…. Benar-benar berbeda dengan ujian-ujian sebelumnya. Sejujurnya aku merasa sangat kesulitan dan perasaan hatiku menyatakan bahwa nampaknya hasilnya tidak akan optimal. Tetapi ya sudahlah, Insya allah aku bukanlah orang yang selalu merenungi nasib untuk mengakumulasikan kesedihan. Yang ingin aku lakukan ada mengevaluasi semuanya, dan berubah untuk perbaikan.
I have just started my new life
Insya Allah…
Diarsipkan di bawah: Nyastra
TERUS MELAJU KAWAN…
Indahnya merencanakan tidak selalu seimbang dengan kemudahan mengimplementasikan
Rasanya mudah sekali menggerakan jari ini mengikuti tuts-tuts laptop
Ataupun menggerakan pena tinta di atas secarik kertas.
Namun ironinya gerak langkah kaki dan badan ini tak seringan membalikan telapak tangan
Akhirnya putusan itu kan kembali kepada diri kita sendiri
Apa yang ingin kita dapat
Tenggelam di lautan pasir kah,
Atau terbang tinggi menuju sapphire kebiruan d atas sana…
Kita kan punya teman-teman yang mendorong kita bagaikan angin sore yang berhembus kencang…
Kita tinggal memilih angin mana yang kan kita ajak bersama…
Didunia ini kita punya kemudi…
Mengarahkan roda kehidupan ke dalam nilai-nilai kebaikan..
Dan menjauhkan dunia dari semua keburukan…
Kita disini butuh gerak nyata
Gerak yang penih makna dan penuh arti
Gerak terus berbagi tanpa berhenti
Gerak tanpa pamrih dan tanpa ingin diberi
Terus Melaju kawan…. Harapan itu masih ada….
Reza Asriandi ekaputra
08996807736
Diarsipkan di bawah: civil engineering
Make a building is a great process for human life in society
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Inikah Reza??
Sesungguhnya aku ingin sekali menyatakan siapakah aku ini sebenarnya
Aku adalah orang yang mudah sekali jatuh, namun aku jauh lebih mudah bangkit kembali
Aku adalah orang yang sering kali bersedih, namun senyumanku kan tetap mewarnai dunia ini
Aku sering menangisi segala hal yang lalu dan telah aku lakukan, tetapi tangisan ini bukanlah tangisan
yang sia-sia karena tangisan ini merupakan caraku untuk mengembalikan diriku ke jalan yang benar
aku bukan orang yang bermanfaat tapi sekecil apapun manfaatku akan aku berikan
aku tidak pandai memimpin, tetapi jika amanah sudah ditangguhkan kepad pundak-pundak yang semakin
lama semakin lelah menanggung semua beban itu, akukan memberikan segalanya yang aku puny
aku orang yang sombong, tapi akan aku berikan kesombonganku hanya untuk meneriakan, Isyhadu bi
anna muslimun
aku bukan orang yang pintar, tetapi setiap detik aku kan belajar, berpikir, dan mendapatkan segala sesuatu yang bisa aku lakukan dan bisa aku dapatkan
Inilah aku kawan, aku adalah reza asriandi ekaputra
Edelweis Untuk Hidupku..

Tak ada kata yang dapat menggambaran edelweiss selain kata indah
Warna bunga yang berwarna kuning
Dengan mahkota keputihan di sekitarnya
juga semerbak harum yang meresuk ke dalam relung hatiku
sungguh, tak ada hasratku sedikitpun untuk merusakmu,
tetapi yang kupuny hanya sebongkah niatan besar yang ingin menjagamu hingga akhir hayatku
Ya Allah…
Turunkanlah edelweiss yang engkau tuliskan di sidratul muntaha untukku
Edelweiss yang merupakan tulang ruskku yang hilang
Edelweiss yang akan menyempurnakan sebagian dari agamaku
Ya Allah…
Aku menunggu edelweiss yang memilikii jiwa yang teguh pada pendiriannya
Aku menunggu edelweiss yang lembut hatinya
Aku menunnggu edelweiss yang manis tutur katanya
Aku menunnggu edelweiss yang indah perbuatanya
Aku menunggu edelweiss yang cantik parasnya
Karena Insya Allah edelweiss itu akan menjadi satu sayapku yang akan aku bawa kelak ke Jannah-Mu kelak
Edelweiss…
Aku yakin kau akan datang
Karena delweiss untuk hidupku
*sebuah inspirasi dari lembah mandalawangi, puncak pangrango
GIE.. Cinta di Lembah MandalaWangi

“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”
apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta
(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)
“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”
“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”