Reza Asriandi E.
Teknik Sipil ITB 2008
15008064
085720051425
Kebaikan yang Berserak—bagian 1–
Jika ingin dikatakan menarik… Ya betul, cerita ini insya allah menarik. Tak hanya menarik, tapi insya allah cerita ini sangat menginspirasi. Menginspirasi kita agar kita tidak lupa bahwa kebaikan-kebaikan itu ada dimana-mana baik yang jauh maupun yang dekat. Tapi kita sering limbung sehingga sulit menemukan kebaikan terdekat yang bisa kita lakukan.
Aurora yang sesekali memancar indah di langit..
Selalu membuat semua manusia menjadi tentram hatinya…
Ketika aurora tersebut hilang…
Manusia tersebut akan kembali gusar hatinya…
Dunia ini tidak menginginkan orang seperti itu…
Yang rasa tentramnya datang dan pergi silih berganti…
Tapi sebaliknya, Dunia Ini selalu Menunggu:
Orang-orang yang Ketika Aurora datang ia mendapatkan ketentraman dari langit, ketika badai datang ia mendapat ketenangan tetesan hujan, ketika matahari bersinar ia mendapat ketentraman dari hangatnya gelombang cahaya matahari, dan ketika melihat bumi menghampar hatinya tenang atas keindahan hamparan ciptaan Rabbnya…
Selasa, 19 januari… aku seperti biasa memenuhi hajatku untuk menjaga badanku tetap fit dan bugar setiap saat untuk melaksanakan semua aktifitas yang seharusnya ku kerjakan. Dengan semangat membara ku langkahkan kaki mendatangi lapangan kecil tempat si kulit bundar dimainkan. “Mensana in corporesano!!” teriakku. Tetapi apa yang terjadi… disana –lagi-lagi seperti kasus-kasus sebalumnya—belum ada yang datang padahal aku datang jam 7.10 dan lapangan disewa dari jam 7 sampai jam 8. Ku bertanya-tanya dimana teman-temanku. Dengan sabar aku menunggu akhirnya tidak lama datang satu orang, kang dimas namanya. “Assalamu’alaikum, Kang Dim… yang main hari ini berapa orang?” sapaku. Ia pun menjawab,”antara 6 sampai 8 orang ja ofu sama agung lagi di jalan.” Kalau 6 orang yang bermain pasti melelahkan—pikirku–. tapi ya sudahlah tidak apa-apa. Insya Allah pengembangan fisik—untuk saya penyusutan fisik…^^ heuheu–. Waktu terus berjalan ingga puku 7.45 2 orang yang lain datang dan akhirnya kami berolahraga gembira bermain futsal 4 orang dengan aturan baru yaitu goal hanya terjadi jika menyentuh tiang gawang dan tidak ada aturan bola keluar(out).
HIKMAH I
SABAR DAN SENYUM ADALAH SENJATA KITA SEORANG MUSLIM. DALAM SEBUAH HADITS DISEBUTKAN:
SUNGGUH AJAIB PERKARA SEORANG MUSLIM. JIKA IA BERGEMBIRA IA BERSYUKR DAN JIKA DITIMPA MUSIBAH IA BERSABAR(HR.BUKHARI)
HADAPI SEGALANYA DENGAN SENYUM AGAR SEMUA TINDAKAN KITA MENJADI INDAH DAN TERASA NIKMAT
HIKMAH II
BE CREATIVE!!
DUNIA INI PENUH DENGAN KONDISI TIDAK IDEAL YANG MENGHARUSKAN KITA BERPIKIR TENTANG BAGAIMANA MENSIASATI DUNIA YANG FANA INI. DUNIA INI KAN SELALU MEMBERATKAN KITA, TAPI AKHIRNYA TERGANTUNG KAPASITAS KITA DAB CARA KITA MENYIKAPI BEBANBEBAN YANG ADA
Futsal pun akhirnya berakhir. Kami harus membayar 15rb rupiah per orang dan akhirnya kami meninggalkan lapangan itu untuk pergi ke tempat lain.
Simponi dunia terus diperdengarkan
Menyentuh kalbu yang penuh harap
Akan sebuah perbaikan diri
Akan sebuah kesyahduan hati
Akhirnya aku tiba di rumah kang dimas. Kira-kira 15 menit menggunakan mobil dari tempat futsal. Disana aku hadir pula untuk memenuhi hajatku yang lain. Hajat penting yang menjadi kebutuhan primer seorang manusia dan tanpa ini manusia tak akan pernah bisa hidup. Ku datang untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Kusingsingkan lengan baju. Ku angkat tameng piring. Tak lupa senjata pisau dan garpu. ku ciduk lauk, nasi, sambal tanpa ragu. Dan ku tembakan semuanya ke dalam perutku dengan tak lupa mengucapkan basmallah.
Ktika makan tersebut masuk ke kerongkonganku terasa sekali kenikmatan tiada tara yang menghangatkan dada dan perutuku. Maha besar allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan telah mengganti siang menjadi malam. Dan pada akhirnya makanan di piringku pun habis. Alhamdulillahirabbil’alamin
Tentu saja ku datang ke rumah kang dimas tjuannya bukan hanya untuk makan. Disitu kami ingin menyelesaikan tugas yang mendadak diberikan asissten kepada kami dan sebagian file ada di kang dimas. 10 menit saja cukup untuk mengerjakan tugas tersebut dan disimpan di sebuah compact disc.
HIKMAH III
SELALU BERPIKIR DI SETIAP KITA BERPROSES KITA KAN SELALU BISA MENDAPATKAN LEBIH DARI SATU HAL. MINIMAL KITA AKAN MENDAPATKAN DUA HAL. YANG PERTAMA, DENGAN NIAT YANG LURUS DAN BAIK, KITA AKAN MENDAPAT RIDHA ALLAH DAN YANG KEDUA KITA AKAN MENDAPAT HASIL DARI APA YANG KITA KERJAKAN. JIKA KITA MENJADI SEORANG YANG PANDAI, KITA KAN MENDAPATKAN LEBIH DARI ITU INSYA ALLAH(CONTOH ADA DI ATAS^^).
Selanjutnya aku pergi meninggalkan rumah kang dimas pukul 9.30 pasca memenuhi semua amunisi yang ada.
Dan ceritapun berlanjut…..
Insya allah di kebaikan berserak –bagian 2–